“SYIRIK”
Syirik merupakan
sikap dan perilaku di mana seseorang mempercayai Allah Swt sebagai Tuhannya
namun ia juga memiliki kepercayaan lain kepada selain Allah. Seseorang yang
musyrik dengan demikian mengimani Allah sebagai Tuhannya, akan tetapi
menjadikan “sesuatu” atau “seseorang” sebagai “tuhan tandingan” selain Allah
yang diyakininya memiliki salah satu, dua atau lebih sifat Allah. Seperti,
keyakinan terhadap sesuatu atau seseorang selain Allah yang mampu memberi
rezeki, mencipta sesuatu, melindungi, atau menentukan kehidupan. Padahal semua
itu hanya bisa dilakukan oleh Allah semata, tidak ada yang mampu melakukannya
selain Allah. Sesuatu atau seseorang yang dijadikan tandingan Allah itu bisa
berwujud keris, azimat, tongkat, batu aji, dukun, “orang pinter”, dan lain-lain
Syirik dalam Perspektif Alquran. Dalam
akidah Islam, syirik merupakan suatu perbuatan yang menimbulkan dosa besar yang
tidak akan diampuni Allah, sebelum ia bertobat. Seorang musyrik dalam Islam
hampir menempati posisi yang sama dengan orang kafir. Dari ungkapan ayat-ayat
Alquran tentang syirik, dapat diketahui bahwa kemusyrikan telah terjadi dari
dahulu sampai saat Alquran diturunkan, hingga hari kiamat. Istilah syirik dalam
Alquran mempunyai makna bersekutu, berkongsi, adanya pembanding, atau lawan
dari sendirian. Dari makna yang ada, syirik merupakan suatu bentuk penyimpangan
manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan mengadakan sekutu
bagi-Nya. Ragam kemusyrikan bisa berbentuk menyembah selain Allah, menyeru
selain Allah, mengadakan sekutu atau tandingan terhadap Allah, dan kepercayaan
ada pemelihara selain Allah. Maka solusi yang ditawarkan adalah mengajak mereka
kembali kepada ketauhidan sambil berdiskusi memikirkan penciptaan alam. Lalu
memberi peringatan mengenai dampak kemusyrikan baik di dunia maupun di akhirat
Larangan umat Islam untuk berbuat
syirik di dasarkan pada firman Allah Swt yang artinya : “Sembahlah Allah dan
janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah
kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orangorang miskin,
tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan
hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri,[QS. An-Nisaa' : 36]. Pada ayat lain Allah Swt juga
menjelaskan bahwa syirik adalah perbuatan yang sangat dilarang, karena termasuk
dosa besar dan tidak diampuni, bahkan orang yang berbuat syirik itu menurut
Allah telah sesat sejauh-jauhnya. Sebagaimana dalam menjelaskan makna syirik
sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan
Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar. [QS. AnNisa':48]
Hanya Allah yang boleh di sembah, dan orang
yang menyembah selain Allah adalah syirik dan boleh di bunuh. Meminta pertolongan hanya kepada Allah,
memohon pada selainnya adalah syirik. Berwasilah pada Nabi, malaikat, dan orang
shaleh juga sirik. Memohon syafaat kepada selain Allah adalah syirik. Bernadzar
dan bersumpah kepada selain Allah adalah syirik. Tidak percaya pada qadar
adalah syirik. Syirik terbagi menjadi tiga, yaitu syirik besar, syirik kecil
dan syirik kahfi. Syirik besar ada empat yaitu, syirik al-dakwah, syirik niat,
syirik keinginan dan maksud, syirik taat dan syirik mahabbah. Sedangkan syirik
dalam arti yang kedua adalah riya’ dan syirik dalam arti yang ketiga adalah
syirik tergambar dalam sabda Rasulullah yang dikutip Muhammad bin Abdul Wahhab yang artinya “ Syirik yang terjadi pada umat
ini lebih samar dari pada hitam yang ada diatas batu hitam pada kegelapan malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar