Selasa, 11 April 2017



“SYIRIK”

 
                 
            Syirik merupakan sikap dan perilaku di mana seseorang mempercayai Allah Swt sebagai Tuhannya namun ia juga memiliki kepercayaan lain kepada selain Allah. Seseorang yang musyrik dengan demikian mengimani Allah sebagai Tuhannya, akan tetapi menjadikan “sesuatu” atau “seseorang” sebagai “tuhan tandingan” selain Allah yang diyakininya memiliki salah satu, dua atau lebih sifat Allah. Seperti, keyakinan terhadap sesuatu atau seseorang selain Allah yang mampu memberi rezeki, mencipta sesuatu, melindungi, atau menentukan kehidupan. Padahal semua itu hanya bisa dilakukan oleh Allah semata, tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah. Sesuatu atau seseorang yang dijadikan tandingan Allah itu bisa berwujud keris, azimat, tongkat, batu aji, dukun, “orang pinter”, dan lain-lain
Syirik dalam Perspektif Alquran. Dalam akidah Islam, syirik merupakan suatu perbuatan yang menimbulkan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah, sebelum ia bertobat. Seorang musyrik dalam Islam hampir menempati posisi yang sama dengan orang kafir. Dari ungkapan ayat-ayat Alquran tentang syirik, dapat diketahui bahwa kemusyrikan telah terjadi dari dahulu sampai saat Alquran diturunkan, hingga hari kiamat. Istilah syirik dalam Alquran mempunyai makna bersekutu, berkongsi, adanya pembanding, atau lawan dari sendirian. Dari makna yang ada, syirik merupakan suatu bentuk penyimpangan manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan mengadakan sekutu bagi-Nya. Ragam kemusyrikan bisa berbentuk menyembah selain Allah, menyeru selain Allah, mengadakan sekutu atau tandingan terhadap Allah, dan kepercayaan ada pemelihara selain Allah. Maka solusi yang ditawarkan adalah mengajak mereka kembali kepada ketauhidan sambil berdiskusi memikirkan penciptaan alam. Lalu memberi peringatan mengenai dampak kemusyrikan baik di dunia maupun di akhirat
Larangan umat Islam untuk berbuat syirik di dasarkan pada firman Allah Swt yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orangorang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,[QS. An-Nisaa' : 36]. Pada ayat lain Allah Swt juga menjelaskan bahwa syirik adalah perbuatan yang sangat dilarang, karena termasuk dosa besar dan tidak diampuni, bahkan orang yang berbuat syirik itu menurut Allah telah sesat sejauh-jauhnya. Sebagaimana dalam menjelaskan makna syirik sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [QS. AnNisa':48]
Hanya Allah yang boleh di sembah, dan orang yang menyembah selain Allah adalah syirik dan boleh di bunuh.  Meminta pertolongan hanya kepada Allah, memohon pada selainnya adalah syirik. Berwasilah pada Nabi, malaikat, dan orang shaleh juga sirik. Memohon syafaat kepada selain Allah adalah syirik. Bernadzar dan bersumpah kepada selain Allah adalah syirik. Tidak percaya pada qadar adalah syirik. Syirik terbagi menjadi tiga, yaitu syirik besar, syirik kecil dan syirik kahfi. Syirik besar ada empat yaitu, syirik al-dakwah, syirik niat, syirik keinginan dan maksud, syirik taat dan syirik mahabbah. Sedangkan syirik dalam arti yang kedua adalah riya’ dan syirik dalam arti yang ketiga adalah syirik tergambar dalam sabda Rasulullah yang dikutip Muhammad bin Abdul Wahhab  yang artinya “ Syirik yang terjadi pada umat ini lebih samar dari pada hitam yang ada diatas batu hitam pada kegelapan malam.
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar