Selasa, 11 April 2017

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN



Bunga Majemuk (Inflorescentia)
Compound Interest (Inflorescentia)
Katiara
Abstrak
Praktikum ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung terhadap preparat yang telah disediakan. Preparat praktikum kali ini di antaranya yaitu, bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima Swartz), lamtoro (Leucaena glauca Benth), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), asoka (Ixora grandiflora Z), dan bunga matahari (Helianthus annus). Praktikum ini bertujuan untuk mengenal bermacam-macam susunan bunga majemuk tak terbatas (Inflorescentia racemosa, botryoides, atau centripeta), terbatas (Inflorescentia cymosa, atau centrifuga), dan susunan bunga majemuk iflorescentia mixta (campuran). Praktikum di laksanakan pada tanggal 30 maret 2017 di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.
Kata kunci: bunga majemuk, susunan bunga majemuk, inflorescentia mixta.

Abstract
This practicum conducted using direct observation of the preparations that have been provided. Mixture practicum this time first of which, flower peacock flower (Caesalpinia pulcherima Swartz), leucaena (Leucaena glauca Benth), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), Ashoka (Ixora grandiflora Z), and sunflower (Helianthus annus ). The lab aims to recognize assortment of flower arrangement unlimited compound (Inflorescentia racemosa, botryoides, or centripeta), limited (Inflorescentia cymosa, or centrifuga), and the composition of compound interest iflorescentia mixta (mixed). Practicum implemented on 30 March 2017 at the Laboratory of Biology Education Study Program Faculty of Teaching and Education University of Syiah Kuala.    
Keywords: compound interest, compound interest arrangement, inflorescentia mixta.


Pendahuluan
Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daunan) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuh, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan ala-alat perkembangbiakan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu terhehnti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedang daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan calon individu baru tadi. Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam disebut dengan bunga majemuk (Tjitrosoepomo, 2007, pp. 123-126)
Struktur bunga secara umum terdiri dari tangkai bunga, dasar bunga, perhiasan bunga dan organ reproduktif. Tangkai bunga (pedicellus) merupakan bagian bunga yang memiliki sifat batang yang jelas, umumnya berwarna hijau. Dasar bunga (receptakulum) merupakan ujung tangkai bunga yanng melebar. Perhiasan bunga merupakan modifikasi dari daun, yang terdiri dari kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Sedangkan organ reproduktif  terdiri dari organ reproduktif  jantan yang disebut benang sari (stamen) dan organ reproduktif betina yang disebut putik (pistillum) (Rosanti, 2013, pp. 78-79)
Berdasarkan pertumbuhan pucuknya, dikenal adanya pertumbuhan monopodial dan simpodial. Kedua macam pertumbuhan itu juga tecermin dalam pertumbuhan bunga. Bunga majemuk tidak terbatas (indeterminate), pertumbuhan monopodial. Pucuk ibu tangkai bunga tumbuh terus, dan bunga-bunga mekar dari bawah ke atas. Bunga majemuk terbatas (determinate): pertumbuhan simpodial. Bunga yang paling ujung mekar dahulu dan layu, kemudian di bawahnya, lewat samping, muncul tangkai bunga yang lebih muda dan mekar. Demikian seterusnya. Pada bunga majemuk terbatas, apabila mekarnya bunga yang paling ujung (terminal) diikuti dengan mekarnya bunga-bunga lain dari bawah ke atas, disebut akropetal. Apabila mekarnya bunga-bunga lain itu dari atas ke bawah, disebut basipetal; dan apabila mekarnya dari tengah-tengah ibu tangkai daun, disebut divergen. Bunga majemuk tak terbatas tidak memiliki bunga terminal yang sejati. Ujung ibu tangkai bunga biasanya berupa pucuk yang mengerdil (rudimenter). Kedudukan bunga terminal, dengan demikian, diisi oleh bunga subterminal atau bunga di bawah pucuk. (Eka, dkk, 2016, pp. 2-4)
Bunga matahari merupakan tanaman yang masuk ke dalam suku compositae (asteraceae), sebuah suku yang mempunyai jenis sangat banyak  Tanaman ini pernah berhasil digunakan dalam proses fitoremediasi badan air yang tercemar radionuklida akibat kecelakaan Chernobyl (Tjahaja, dkk, 2007, p. 3)
Bunga Majemuk Berbatas (infloscentia cymosa ) adalah  bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan cabang-cabang  tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk berbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangfkainya, jadi tengah ke pinggir ( jika dilihat dari atas), oleh sebab itu dinamakan : inflorecentia centrifuga. Bunga Majemuk Tak Berbatas (inflorescentia racemosa) adalah  bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga, tampaknya seakan-akan bunga majemuk ini tak berbatas, lagi pula jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya ialah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir menuju ke pusat itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian ini danamakan: inflorecentia centripetala. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa). (Widowati, dkk, 2014, p. 5)

Metode/Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2017 di Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.
Prosedur
Praktikum ini dilakukan dengan metode pengamatan langsung terhadap preparat yang telah disediakan yaitu bunga kembang merak, lamtoro, oleander, jarong, asoka, dan bunga matahari. Diamati bagian-bagian dari bunga yaitu tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, tangkai bunga dan susunan bunga majemuknya.
Tekhnik Analisis Data
Data diperoleh melalui metode observasi yaitu pengamatan langsung tanpa menggunakan mikroskop. Diamati satu peratu dari preparat yang di sediakan yaitu bunga kembang merak, jarong, oleander, lamtoro, asoka, dan bunga matahari serta memperhatikan bagian-bagian dari bunga dan susunan bunga majemuknya.

Hasil Dan Pembahasan
Bunga adalah modifikasi dari batang dan daun. Berdasarkan organnya bunga dapat juga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Dikatakan  bunga sempurna karena bunga tersebut memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak. Sedangkan bunga tidak sempurna yaitu tidak memiliki salah satu dari syarat bunga sempurna tersebut. Berdasarkan tata letaknya bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Bunga majemuk yaitu bunga yang setiap tangkai bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga tunggal yaitu setiap tangkai hanya terdapt satu bunga.
Berdasarkan susunannya bunga majemuk terbagi menjadi 3, yaitu bunga majemuk terbatas, bunga majemuk tak terbatas dan bunga majemuk campuran. Bunga majemuk terbatas adalah bunga yang ujung ibu tagkainya tertutup oleh bunga, dikatakan bunga majemuk tidak terbatas apabila ibu tangkai bunga terus tumbuh dan ibu tangkainya juga tidak ditutupi oleh bunga. Sedangkan bunga majemuk campuran jika memiliki keduanya yaitu terbatas dan tidak terbatas. Bagian-bagian bunga majemuk yaitu terdiri dari tangkai karangan bunga atau ibu tangkai bunga (pedunculus) yaitu cabang kelanjutan batang menuju bunga atau perpanjangan batang menuju bunga. Daun pelindung (bractea communis) yaitu daun yang berada di bawah kelopak bunga. Daun tangkai (prophylla) yaitu daun yang terletak pada tangkai menuju bunga. Ruas (rakhila)  perpanjangan dari ibu tangkai. Bunga majemuk juga memiliki beberapa susunan bunga diantaranya disebut tandan (racemus/botrys), payung (Umbella), anak payung menggarpu (dichasiu), bulir (spica), bongko (capitulum), cawan (anthodium/corymbus), dll. Setelah mengamati preparat yang telah disediakan yaitu bunga kembang merak (caesalpinia pulcherima), lamtoro (leucaena glauca), oleander (nerium oleander), jarong (starchytarpeta jamaicencis), asoka (ixora grandiflora), dan bunga matahari (heliantus annus) didapatkan hasil bahwa semua bunga termasuk ke dalam bunga majemuk       .
Setelah melakukan pengamatan, diketahui bahwa bunga kembang merak (caesalpinia pulcherima) tergolong ke dalam familia caesalpiniaceae, termasuk bunga majemuk tak berbatas karena ibu tangkai bunga terus tumbuh dan ujung tangkainya tidak ditutupi oleh bunga, bunga merak juga memiliki tangkai karangan bunga, ibu tangkai, tangkai bunga, tidak memiliki daun pelindung dan daun tangkai, dan susunan bunganya yaitu tandan (racemus).  Lamtoro (Leucaina glauca) tergolong ke dalam familia fabaceae adalah bunga majemuk tak terbatas karena ujung tangkai tidak di tutupi oleh bunga dan masih dapat terus memanjang, lamtoro memiliki tangkai karangan bunnga , daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga, terkecuali daun pelindung, dan susunan bunganya yaitu berbentuk bongkol (Capitulum). Oleander (Nerium oleander) famillinya apocinaceae, termasuk ke dalam bunga majemuk berbatas karena bunganya terletak di ujung ibu tangkai dan tangkainya tidak dapat terus tumbuh lagi, oleander terdiri dari tangkai karangan bunga, ibu tangkai, tangkai bunga, tetapi tidak memiliki daun pelindug dan daun tangkai, susunan bunganya yaitu berbentuk anak payung menggarpu (Dichasium). Jarong (Starchytarpeta jamaicenci) termasuk ke dalam famillia verbenaceae merupakan bunga majemuk tak berbatas, karena bunga tumbuh di batang dan tangkainya masijh dapat tumbuh. Jarong hanya memiliki daun tangkai dan ibu tangkai, tidak memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung dan tangkai bunga, susunan bunganya berbentuk bulir (Spica). Contoh dari bunga majemuk campuran yaitu terbatas dan tak berbatas adalah bunga asoka (Ixora grandiflora) tergolong ke dalam familia rubiaceae, dikatakan berbatas karena cabang bunganya menggarpu dan dikatakan tidak berbatas karena karangannya bercabang-cabang. Bagian-bagian dari bunga asoka yaitu terdiri dari tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai dan tangkai bunga. Bunga asoka memiliki susunan berbentuk payung (Umbella). Bunga matahari (Heliantus annus) tergolong ke dalam familia asteraceae dan termasuk ke dalam bunga majemuk tak berbatas. Bunga matahari tidak memiliki tangkai karangan bunga, tapi memiliki tangkai bunga, ibu tangkai, daun pelindung dan daun tangkai. Bunga matahari memiliki susunan berbentuk cawan (Anthodium).

Simpulan dan saran
Simpulan
Tumbuhan memiliki organ utama dan organ tambahan. Organ utama yaitu akar, batang, dan daun. Sedangkan organ tambahan yaitu bunga, buah dan biji. Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan dan reproduksi pada tumbuhan terjadi dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Bunga adalah modifikasi dari batang dan daun. Jenis bunga dibagi menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga misalnya mahkota bunga, kelopak, putik dan benang sari. Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah satu dari bagian bunga sempurna. Bunga majemuk yaitu bunga yang setiap tangkai bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga tunggal yaitu setiap tangkai hanya terdapt satu bunga. Bunga majemuk digolongkan menjadi tiga golongan yaitu bunga majeuk terbatas, bunga majemuk tidak terbatas, dan bunga majemuk campuran. Ciri-ciri bunga majemuk diantaranya yaitu dalam satu ibu tangkai bunga terdapat beberapa bunga, setiap mahkota bunga terdapat daun pelindung mahkota.
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena glauca), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan bunga matahari (Helianthus annus) termasuk bunga majemuk tak terbatas, sedangkan bunga oleander (Nerium oleander) termasuk bunga majemuk terbatas dan bunga asoka (Ixora grandiflora) adalah bunga majemuk campuran.
Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diharapkan agar semua anggota kelompok mencari bahan-bahan yang telah ditentukan sebelum praktikum dimulai. Dan melihat kelengkapan bahan-bahan yang telah di bawa sesuai dengan judul praktikum hari dilakukan praktikum tersebut.   


Daftar pustaka
Eka, dkk, 2016. The  Effectiveness Test for Extract Wuluh Starfruite  Leaf (Averrhoa bilimbi L.) as Diabetes Mellitus Treatment. Jurnal  Majority  Volume.  5,Nomor. 2, pp. 2-4
Rosanti dewi (2013). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo gembong (2007). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press
Tjahaja Poppy Intan, dkk (2007). Penyerapan 134CS Dari Tanah Oleh Tanaman Bunga Matahari (Helianthus Anuus, Less). Jurnal  Majority  Volume. 5, Nomor. 2, P. 3
Widowati imas, 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Nerium oliander) Terhadap Bakteri Pembusuk Ikan Segar (Pseudoonas Aeruginosa). Universitas Negeri Yogyakarta:  PELITA Volume IX,  Nomor 1, p. 5   

         


                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar