Selasa, 11 April 2017

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN



Bunga Majemuk (Inflorescentia)
Compound Interest (Inflorescentia)
Katiara
Abstrak
Praktikum ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung terhadap preparat yang telah disediakan. Preparat praktikum kali ini di antaranya yaitu, bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima Swartz), lamtoro (Leucaena glauca Benth), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), asoka (Ixora grandiflora Z), dan bunga matahari (Helianthus annus). Praktikum ini bertujuan untuk mengenal bermacam-macam susunan bunga majemuk tak terbatas (Inflorescentia racemosa, botryoides, atau centripeta), terbatas (Inflorescentia cymosa, atau centrifuga), dan susunan bunga majemuk iflorescentia mixta (campuran). Praktikum di laksanakan pada tanggal 30 maret 2017 di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.
Kata kunci: bunga majemuk, susunan bunga majemuk, inflorescentia mixta.

Abstract
This practicum conducted using direct observation of the preparations that have been provided. Mixture practicum this time first of which, flower peacock flower (Caesalpinia pulcherima Swartz), leucaena (Leucaena glauca Benth), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), Ashoka (Ixora grandiflora Z), and sunflower (Helianthus annus ). The lab aims to recognize assortment of flower arrangement unlimited compound (Inflorescentia racemosa, botryoides, or centripeta), limited (Inflorescentia cymosa, or centrifuga), and the composition of compound interest iflorescentia mixta (mixed). Practicum implemented on 30 March 2017 at the Laboratory of Biology Education Study Program Faculty of Teaching and Education University of Syiah Kuala.    
Keywords: compound interest, compound interest arrangement, inflorescentia mixta.


Pendahuluan
Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daunan) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuh, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan ala-alat perkembangbiakan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu terhehnti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedang daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan calon individu baru tadi. Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam disebut dengan bunga majemuk (Tjitrosoepomo, 2007, pp. 123-126)
Struktur bunga secara umum terdiri dari tangkai bunga, dasar bunga, perhiasan bunga dan organ reproduktif. Tangkai bunga (pedicellus) merupakan bagian bunga yang memiliki sifat batang yang jelas, umumnya berwarna hijau. Dasar bunga (receptakulum) merupakan ujung tangkai bunga yanng melebar. Perhiasan bunga merupakan modifikasi dari daun, yang terdiri dari kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Sedangkan organ reproduktif  terdiri dari organ reproduktif  jantan yang disebut benang sari (stamen) dan organ reproduktif betina yang disebut putik (pistillum) (Rosanti, 2013, pp. 78-79)
Berdasarkan pertumbuhan pucuknya, dikenal adanya pertumbuhan monopodial dan simpodial. Kedua macam pertumbuhan itu juga tecermin dalam pertumbuhan bunga. Bunga majemuk tidak terbatas (indeterminate), pertumbuhan monopodial. Pucuk ibu tangkai bunga tumbuh terus, dan bunga-bunga mekar dari bawah ke atas. Bunga majemuk terbatas (determinate): pertumbuhan simpodial. Bunga yang paling ujung mekar dahulu dan layu, kemudian di bawahnya, lewat samping, muncul tangkai bunga yang lebih muda dan mekar. Demikian seterusnya. Pada bunga majemuk terbatas, apabila mekarnya bunga yang paling ujung (terminal) diikuti dengan mekarnya bunga-bunga lain dari bawah ke atas, disebut akropetal. Apabila mekarnya bunga-bunga lain itu dari atas ke bawah, disebut basipetal; dan apabila mekarnya dari tengah-tengah ibu tangkai daun, disebut divergen. Bunga majemuk tak terbatas tidak memiliki bunga terminal yang sejati. Ujung ibu tangkai bunga biasanya berupa pucuk yang mengerdil (rudimenter). Kedudukan bunga terminal, dengan demikian, diisi oleh bunga subterminal atau bunga di bawah pucuk. (Eka, dkk, 2016, pp. 2-4)
Bunga matahari merupakan tanaman yang masuk ke dalam suku compositae (asteraceae), sebuah suku yang mempunyai jenis sangat banyak  Tanaman ini pernah berhasil digunakan dalam proses fitoremediasi badan air yang tercemar radionuklida akibat kecelakaan Chernobyl (Tjahaja, dkk, 2007, p. 3)
Bunga Majemuk Berbatas (infloscentia cymosa ) adalah  bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan cabang-cabang  tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk berbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangfkainya, jadi tengah ke pinggir ( jika dilihat dari atas), oleh sebab itu dinamakan : inflorecentia centrifuga. Bunga Majemuk Tak Berbatas (inflorescentia racemosa) adalah  bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga, tampaknya seakan-akan bunga majemuk ini tak berbatas, lagi pula jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya ialah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir menuju ke pusat itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian ini danamakan: inflorecentia centripetala. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa). (Widowati, dkk, 2014, p. 5)

Metode/Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2017 di Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.
Prosedur
Praktikum ini dilakukan dengan metode pengamatan langsung terhadap preparat yang telah disediakan yaitu bunga kembang merak, lamtoro, oleander, jarong, asoka, dan bunga matahari. Diamati bagian-bagian dari bunga yaitu tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, tangkai bunga dan susunan bunga majemuknya.
Tekhnik Analisis Data
Data diperoleh melalui metode observasi yaitu pengamatan langsung tanpa menggunakan mikroskop. Diamati satu peratu dari preparat yang di sediakan yaitu bunga kembang merak, jarong, oleander, lamtoro, asoka, dan bunga matahari serta memperhatikan bagian-bagian dari bunga dan susunan bunga majemuknya.

Hasil Dan Pembahasan
Bunga adalah modifikasi dari batang dan daun. Berdasarkan organnya bunga dapat juga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Dikatakan  bunga sempurna karena bunga tersebut memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak. Sedangkan bunga tidak sempurna yaitu tidak memiliki salah satu dari syarat bunga sempurna tersebut. Berdasarkan tata letaknya bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Bunga majemuk yaitu bunga yang setiap tangkai bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga tunggal yaitu setiap tangkai hanya terdapt satu bunga.
Berdasarkan susunannya bunga majemuk terbagi menjadi 3, yaitu bunga majemuk terbatas, bunga majemuk tak terbatas dan bunga majemuk campuran. Bunga majemuk terbatas adalah bunga yang ujung ibu tagkainya tertutup oleh bunga, dikatakan bunga majemuk tidak terbatas apabila ibu tangkai bunga terus tumbuh dan ibu tangkainya juga tidak ditutupi oleh bunga. Sedangkan bunga majemuk campuran jika memiliki keduanya yaitu terbatas dan tidak terbatas. Bagian-bagian bunga majemuk yaitu terdiri dari tangkai karangan bunga atau ibu tangkai bunga (pedunculus) yaitu cabang kelanjutan batang menuju bunga atau perpanjangan batang menuju bunga. Daun pelindung (bractea communis) yaitu daun yang berada di bawah kelopak bunga. Daun tangkai (prophylla) yaitu daun yang terletak pada tangkai menuju bunga. Ruas (rakhila)  perpanjangan dari ibu tangkai. Bunga majemuk juga memiliki beberapa susunan bunga diantaranya disebut tandan (racemus/botrys), payung (Umbella), anak payung menggarpu (dichasiu), bulir (spica), bongko (capitulum), cawan (anthodium/corymbus), dll. Setelah mengamati preparat yang telah disediakan yaitu bunga kembang merak (caesalpinia pulcherima), lamtoro (leucaena glauca), oleander (nerium oleander), jarong (starchytarpeta jamaicencis), asoka (ixora grandiflora), dan bunga matahari (heliantus annus) didapatkan hasil bahwa semua bunga termasuk ke dalam bunga majemuk       .
Setelah melakukan pengamatan, diketahui bahwa bunga kembang merak (caesalpinia pulcherima) tergolong ke dalam familia caesalpiniaceae, termasuk bunga majemuk tak berbatas karena ibu tangkai bunga terus tumbuh dan ujung tangkainya tidak ditutupi oleh bunga, bunga merak juga memiliki tangkai karangan bunga, ibu tangkai, tangkai bunga, tidak memiliki daun pelindung dan daun tangkai, dan susunan bunganya yaitu tandan (racemus).  Lamtoro (Leucaina glauca) tergolong ke dalam familia fabaceae adalah bunga majemuk tak terbatas karena ujung tangkai tidak di tutupi oleh bunga dan masih dapat terus memanjang, lamtoro memiliki tangkai karangan bunnga , daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga, terkecuali daun pelindung, dan susunan bunganya yaitu berbentuk bongkol (Capitulum). Oleander (Nerium oleander) famillinya apocinaceae, termasuk ke dalam bunga majemuk berbatas karena bunganya terletak di ujung ibu tangkai dan tangkainya tidak dapat terus tumbuh lagi, oleander terdiri dari tangkai karangan bunga, ibu tangkai, tangkai bunga, tetapi tidak memiliki daun pelindug dan daun tangkai, susunan bunganya yaitu berbentuk anak payung menggarpu (Dichasium). Jarong (Starchytarpeta jamaicenci) termasuk ke dalam famillia verbenaceae merupakan bunga majemuk tak berbatas, karena bunga tumbuh di batang dan tangkainya masijh dapat tumbuh. Jarong hanya memiliki daun tangkai dan ibu tangkai, tidak memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung dan tangkai bunga, susunan bunganya berbentuk bulir (Spica). Contoh dari bunga majemuk campuran yaitu terbatas dan tak berbatas adalah bunga asoka (Ixora grandiflora) tergolong ke dalam familia rubiaceae, dikatakan berbatas karena cabang bunganya menggarpu dan dikatakan tidak berbatas karena karangannya bercabang-cabang. Bagian-bagian dari bunga asoka yaitu terdiri dari tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai dan tangkai bunga. Bunga asoka memiliki susunan berbentuk payung (Umbella). Bunga matahari (Heliantus annus) tergolong ke dalam familia asteraceae dan termasuk ke dalam bunga majemuk tak berbatas. Bunga matahari tidak memiliki tangkai karangan bunga, tapi memiliki tangkai bunga, ibu tangkai, daun pelindung dan daun tangkai. Bunga matahari memiliki susunan berbentuk cawan (Anthodium).

Simpulan dan saran
Simpulan
Tumbuhan memiliki organ utama dan organ tambahan. Organ utama yaitu akar, batang, dan daun. Sedangkan organ tambahan yaitu bunga, buah dan biji. Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan dan reproduksi pada tumbuhan terjadi dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Bunga adalah modifikasi dari batang dan daun. Jenis bunga dibagi menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Bunga sempurna yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga misalnya mahkota bunga, kelopak, putik dan benang sari. Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah satu dari bagian bunga sempurna. Bunga majemuk yaitu bunga yang setiap tangkai bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga tunggal yaitu setiap tangkai hanya terdapt satu bunga. Bunga majemuk digolongkan menjadi tiga golongan yaitu bunga majeuk terbatas, bunga majemuk tidak terbatas, dan bunga majemuk campuran. Ciri-ciri bunga majemuk diantaranya yaitu dalam satu ibu tangkai bunga terdapat beberapa bunga, setiap mahkota bunga terdapat daun pelindung mahkota.
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena glauca), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan bunga matahari (Helianthus annus) termasuk bunga majemuk tak terbatas, sedangkan bunga oleander (Nerium oleander) termasuk bunga majemuk terbatas dan bunga asoka (Ixora grandiflora) adalah bunga majemuk campuran.
Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diharapkan agar semua anggota kelompok mencari bahan-bahan yang telah ditentukan sebelum praktikum dimulai. Dan melihat kelengkapan bahan-bahan yang telah di bawa sesuai dengan judul praktikum hari dilakukan praktikum tersebut.   


Daftar pustaka
Eka, dkk, 2016. The  Effectiveness Test for Extract Wuluh Starfruite  Leaf (Averrhoa bilimbi L.) as Diabetes Mellitus Treatment. Jurnal  Majority  Volume.  5,Nomor. 2, pp. 2-4
Rosanti dewi (2013). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo gembong (2007). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press
Tjahaja Poppy Intan, dkk (2007). Penyerapan 134CS Dari Tanah Oleh Tanaman Bunga Matahari (Helianthus Anuus, Less). Jurnal  Majority  Volume. 5, Nomor. 2, P. 3
Widowati imas, 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Nerium oliander) Terhadap Bakteri Pembusuk Ikan Segar (Pseudoonas Aeruginosa). Universitas Negeri Yogyakarta:  PELITA Volume IX,  Nomor 1, p. 5   

         


                       

BIOKIMIA UJI LIPID DENGAN UJI AKROLEIN

Reaksi Uji Lipida (Uji Akrolein)
Lipid Test Reaction (Test Acrolein)

Katiara
Abstrak
Lipid adalah senyawa biomolekul yang digunakan sebagai sumber energi dan merupakan komponen struktural penyusun membran serta sebagai pelindung vitamin atau hormon. Lipid dapat dibedakan menjadi trigliserida, fosfolipid, dan steroid. Trigliserida sering disebut lemak atau minyak. Disebut lemak jika pada suhu kamar berwujud padat. Sebaliknya, disebut minyak jika pada suhu kamar berwujud cair. Salah satu uji kualitatif lipid adalah uji akrolein. Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. Praktikum dilakukan pada tanggal 31 maret 2017 di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala dengan tujuan untuk mengetahui beberapa sifat lipida terhadap beberapa pereaksi tertentu. Uji akrolein juga dapat digunakan untuk pengujian kualitas lipida. Hasil dari praktikum yang telah dilakukan menyatakan bahwa gliserol adalah larutan yang paling bagus kualitasnya di bandingkan dengan minyak kelapa dan minyak malinda.
Kata kunci: lipid, uji akrolein, gliserol, minyak kelapa, minyak malinda

Abstract
Lipids are biomolecules compound used as a source of energy and is a constituent of membrane structural components as well as protective vitamins or hormones. Lipids can be divided into triglycerides, phospholipids, and steroids. Triglycerides are often called fat or oil. Called the fat if it is a solid at room temperature. Conversely, if the oil is called liquid form at room temperature. One qualitative lipid test is the test of acrolein. In this test of dehydration of glycerol in free form or in fats / oils produce acrylic aldehyde or acrolein. Practicum on 31 March 2017 in the laboratory department of biology education teachers college and university education science Syiah kuala estuary in order to determine some of the properties of the lipids of some particular reactants. Acrolein test can also be used for testing the quality of lipids. The results of the lab work that has been done stated that glycerol is the most excellent solution quality in comparison with coconut oil and Malinda.           
Keywords: lipids, test acrolein, glycerol, coconut oil, Malinda

 
 
Pendahuluan
Lipid merupakan biomolekul yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik. Sifat kelarutan tersebut disebabkan sifat hidrofobik lipid tersebut. Sifat lain lipid, seperti titik didih dan ketidakjenuhan ditentukan oleh bentuk struktur lipid dan keberadaan ikatan rangkap. Sifat ketengikan ditentukan oleh kemampuan lipid tersebut teroksidasi. Lipid penghasil energi ada dalam bentuk asam lemak. Lipid simpanan atau storage lipid ada dalam bentuk wax dan gliserida. Lipid struktural berupa fosfolipid, sphingolipid, dan glikolipid. Lipid aktif berupa eikosanoid, fosfatidilinositol, turunan sphingosine, dan steroid. Lipid memiliki peran dan keterkaitan tertentu dengan kolesterol. Kolesterol termasuk golongan lipid yang disintesis dari asetil-koA dan konsentrasinya di dalam tubuh ditentukan oleh asupan makanan yang mengandung lipid. Lipid dalam bentuk trigliserida akan mengalami lipolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak tersebut akan mengalami β-oksidasi menghasilkan asetil koA yang akan masuk ke siklus Krebs untuk menghasilkan energi. Sebagian asetil-koA tersebut digunakan untuk sintesis kolesterol. Hal tersebut menunjukkan bahwa lipid (trigliserida) berperan dalam proses pembentukan kolesterol, yaitu sebagai penyedia asetil-koA sebagai bahan baku (Azhari, dkk, 2015, p. 3-5)
Lipid (lemak) adalah kelompok senyawa heterogen yang berkaitan baik secara actual maupun potensial dengan asam lemak. Sifat dari lemak secara umum tidak larut dalam air, sehingga limbah yang mengandung lemak yang terdapat dalam badan air mempunyai dampak yang cukup besar dalam mengganggu ekosistem perairan. Lapisan lipid  yang ada pada permukaan perairan akan menghalangi masuknya cahaya dalam badan air sehingga proses fotosintesis berlangsung terhambat dengan demikian kadar oksigen akan rendah  yang akan menyebabkan  organsme aerobic akan mati (Darmayasa, 2008, p. 1)
            Lemak dan minyak merupakan bagian terbesar dan terpenting kelompok lipid yaitu sebagai komponen makanan utama bagi organisme hidup. Lemak dan minyak penting bagi manusia karena adanya asam-asam lemak sensial yang terkandung di dalamnya. Fungsinya dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kemudian, lemak dan minyak merupakan sumber energi yang lebih efesien dibandingkan karbohidrat dan protein. Secara kimiawi lemak dan minyak ialah trigliserida yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Senyawa terbentuk dari hasil kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak (Yazid, dkk, 2006, pp. 41-42)
            Lipid yang terdapat sabagai bagian dari makanan hewan merupakan campuran lipida yang sederhana (terpena dan steroida) dan yang kompleks (triasilgliserol, fosfolipida, sfingolipida, dan lilin) yang berasal dari tanaman  dan jaringan hewan. Dalam mulut dan lambung hewan, lipida tadi belum mengalami pemecahan yang berarti. Setelah berada dalam intestin maka lipida komleks terutama triasilgliserolnya dihidrolisis oleh lipase jadi asam lemak bebas dan sisa. Hormon epineprin-lah yang mengaktifkan enzim lipase. Enzim ini dibantu oleh garam-garam asam empedu (terutama asam kholat dan tourokholat) yang disekresikan oleh hati. Fungsi garam tersebut ialah mengemulsikan makanan berlemak sehingga dengan demikian terbentuk emulsi lipida yang lebih kecil. Oleh karena itu, permukaan lipida per satuan berat menjadi lebih besar dan lebih mudah dihidrolisis oleh lipase (Matoharsono, 2006, p. 39)
Akrolein (CH2=CHCHO) adalah termasuk golongan aldehida tak-jenuh-α, β dan sangat elektrofilik yang dapat dijumpai pada berbagai jenis asap, seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor dan asap kebakaran hutan  serta dari  makanan yang terbentuk sewaktu pembakaran materi organik. Akrolein yang terdapat dalam asap rokok dapat memberikan pengaruh pada penghasilan sitokin melalui penghambatan kerja dari NFκB sehingga terjadi penurunan sitokin IL-12 dan mengakibatkan pematangan sel Th1 dan proses penghasilan IFN-γ menurun. Bila IFN-γ menurun maka efek inhibisi pada sel Th2 juga menurun, akibatnya Th2 mendominasi dan menghasilkan sitokin yang berperan dalam respon imun dan respon alergi akan meningkat (Serumpaet, dkk, 2016, p. 4)

Metode/cara kerja
Waktu dan tempat
Praktikum dilakukan pada tanggal 31 maret 2017 di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala
Prosedur
Praktikum dilakukan secara bertahap. Pertama memasukkan masing-masing 2 ml gliserol, minyak malinda, dan minyak kelapa ke dalam tabung reaksi, kemudian tiap-tiap tabung di tambah 1 gram KHSO4. Lalu panaskan setelah itu melihat bau akrolei yang terbentuk dan berupa asap putih.
Tekhnik analisis data
Data diperoleh dengan menggunakan metode eksperimen yaitu percobaan langsung terhadap larutan-larutan yang telah disediakan, seperti minyak kelapa, minyak malinda, dan gliserol. Setelah melakukan percobaan tersebut yaitu mencampurkan gliserol, minyak kelapa, dan minyak malinda dengan KHSO4 kemudian sesudah di panaskan melihat asap putih yang keluar dari tabung tersebut dan mencium bau yang terbentuk.

Hasil dan pembahasan
Uji akrolein dilakukan untuk mendeteksi keberadaan molekul trigliserida. Gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam lipid akan mengalami degradasi jika dipanaskan. Hal tersebut akan menyebabkan terbentuknya molekul aldehid akrilat atau akrolein yang berbau menyengat atau tengik. Uji akrolein menggunakan senyawa KHSO4 sebagai bahan tambahan pembentuk akrolein. Uji akrolein berfungsi sebagai penguji kualitas lipid. Suatu lipid yang memiliki kualitas yang bagus jika larutan tersebut tidak terlalu bau jika direaksikan dengan KHSO4. Lemak atau lipid terbagi dua yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh terdapat di dalam tubuh dan tidak memiliki ikatan rangkap, misalnya gliserol. Sedangkan lemak tak jenuh yaitu memiliki ikatan rangkap dan diperoleh dari luar tubuh, misalnya minyak kelapa dan minyak malinda.
Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa minyak kelapa dan minyak malinda lebih bau tengik dari pada gliserol. Hal ini disebabkan karena gilserol tergolong kedalam lemak jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap dan asam lemak, oleh karena itu KHSO4 mudah larut didalamnya setelah dipanaskan dan warna berubah menjadi kecoklatan dan baunya tidak terlalu tengik. Sedangkan minyak kelapa dan minyak malinda termasuk ke dalam lemak tidak jenuh, yaitu memiliki ikatan rangkap dan KHSO4 tidak larut didalamnya, dan menimbulkan bau paling tengik. Semakin panjang ikatan rangkapnya maka akan semakin bau larutannya.

Simpulan dan saran
Simpulan
Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa kualitas lipid yang bagus terdapat pada gliserol, karena gliserol hanya membentuk sedikit bau dan tidak terlalu tengik. Sedangkan minyak kelapa dan minyak malinda memiliki kualitas lipida tidak bagus karena baunya paling tengik. Gliserol tidak terlalu berbau karena kekurangan atom H dan tidak memiliki ikatan rangkap, sedangkan pada minyak kelapa dan minyak malinda terdapat ikatan rangkap. Pada suatu larutan akan semakin berbau jika ikatan rangkapnya semakin panjang. 

Saran
Data hasil pengujian sampel masih banyak yang tidak sesuai dengan literatur akibat adanya kesalahan yang terjadi saat melakukan prosedur percobaan. Oleh karena itu, penting untuk ditingkatkan kemampuan dan ketelitian dalam bekerja di laboratorium, serta pengadaan alat dan bahan yang layak pakai atau dalam kondisi yang baik. 

Daftar pustaka
Azhari muhammad alwin, dkk (2015). LIPID “Uji kelarutan, Akrolein, Ketidakjenuhan, Ketengikan, dan Kolesterol”. Indonesian Journal On Medical Science, 3(2), pp. 3-5
Darmayasa (2008). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Lipid (Lemak) Pada Beberapa Tempat Pembuangan Limbah Dan Estuari Dam Denpasar. Jurnal Bumi Lestari 8(2), p. 1
Martoharsono (2006). Biokimia 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Serumpaet roy david, dkk (2016). Pengaruh Asap Rokok Terhadap Kualitas Hidup Total  Penderita Rinitis Alergi Persisten. Jurnal Skolastik  Keperawatan 2(1), p. 4 
Yazid, dkk (2006). Penuntun Praktikum Biokimia Untuk Mahasiswa Analisis. Yogyakarta: ANDI




“SYIRIK”

 
                 
            Syirik merupakan sikap dan perilaku di mana seseorang mempercayai Allah Swt sebagai Tuhannya namun ia juga memiliki kepercayaan lain kepada selain Allah. Seseorang yang musyrik dengan demikian mengimani Allah sebagai Tuhannya, akan tetapi menjadikan “sesuatu” atau “seseorang” sebagai “tuhan tandingan” selain Allah yang diyakininya memiliki salah satu, dua atau lebih sifat Allah. Seperti, keyakinan terhadap sesuatu atau seseorang selain Allah yang mampu memberi rezeki, mencipta sesuatu, melindungi, atau menentukan kehidupan. Padahal semua itu hanya bisa dilakukan oleh Allah semata, tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah. Sesuatu atau seseorang yang dijadikan tandingan Allah itu bisa berwujud keris, azimat, tongkat, batu aji, dukun, “orang pinter”, dan lain-lain
Syirik dalam Perspektif Alquran. Dalam akidah Islam, syirik merupakan suatu perbuatan yang menimbulkan dosa besar yang tidak akan diampuni Allah, sebelum ia bertobat. Seorang musyrik dalam Islam hampir menempati posisi yang sama dengan orang kafir. Dari ungkapan ayat-ayat Alquran tentang syirik, dapat diketahui bahwa kemusyrikan telah terjadi dari dahulu sampai saat Alquran diturunkan, hingga hari kiamat. Istilah syirik dalam Alquran mempunyai makna bersekutu, berkongsi, adanya pembanding, atau lawan dari sendirian. Dari makna yang ada, syirik merupakan suatu bentuk penyimpangan manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan mengadakan sekutu bagi-Nya. Ragam kemusyrikan bisa berbentuk menyembah selain Allah, menyeru selain Allah, mengadakan sekutu atau tandingan terhadap Allah, dan kepercayaan ada pemelihara selain Allah. Maka solusi yang ditawarkan adalah mengajak mereka kembali kepada ketauhidan sambil berdiskusi memikirkan penciptaan alam. Lalu memberi peringatan mengenai dampak kemusyrikan baik di dunia maupun di akhirat
Larangan umat Islam untuk berbuat syirik di dasarkan pada firman Allah Swt yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orangorang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,[QS. An-Nisaa' : 36]. Pada ayat lain Allah Swt juga menjelaskan bahwa syirik adalah perbuatan yang sangat dilarang, karena termasuk dosa besar dan tidak diampuni, bahkan orang yang berbuat syirik itu menurut Allah telah sesat sejauh-jauhnya. Sebagaimana dalam menjelaskan makna syirik sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [QS. AnNisa':48]
Hanya Allah yang boleh di sembah, dan orang yang menyembah selain Allah adalah syirik dan boleh di bunuh.  Meminta pertolongan hanya kepada Allah, memohon pada selainnya adalah syirik. Berwasilah pada Nabi, malaikat, dan orang shaleh juga sirik. Memohon syafaat kepada selain Allah adalah syirik. Bernadzar dan bersumpah kepada selain Allah adalah syirik. Tidak percaya pada qadar adalah syirik. Syirik terbagi menjadi tiga, yaitu syirik besar, syirik kecil dan syirik kahfi. Syirik besar ada empat yaitu, syirik al-dakwah, syirik niat, syirik keinginan dan maksud, syirik taat dan syirik mahabbah. Sedangkan syirik dalam arti yang kedua adalah riya’ dan syirik dalam arti yang ketiga adalah syirik tergambar dalam sabda Rasulullah yang dikutip Muhammad bin Abdul Wahhab  yang artinya “ Syirik yang terjadi pada umat ini lebih samar dari pada hitam yang ada diatas batu hitam pada kegelapan malam.