Bunga Majemuk (Inflorescentia)
Compound Interest
(Inflorescentia)
Katiara
Abstrak
Praktikum
ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung terhadap preparat
yang telah disediakan. Preparat praktikum kali ini di antaranya yaitu, bunga
kembang merak (Caesalpinia pulcherima Swartz),
lamtoro (Leucaena glauca Benth),
oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), asoka (Ixora grandiflora Z), dan bunga matahari
(Helianthus annus). Praktikum ini
bertujuan untuk mengenal bermacam-macam susunan bunga majemuk tak terbatas (Inflorescentia racemosa, botryoides,
atau centripeta), terbatas (Inflorescentia cymosa, atau centrifuga), dan susunan bunga majemuk iflorescentia mixta (campuran).
Praktikum di laksanakan pada tanggal 30 maret 2017 di Laboratorium Prodi
Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah
Kuala.
Kata
kunci: bunga
majemuk, susunan bunga majemuk, inflorescentia
mixta.
Abstract
This practicum conducted using
direct observation of the preparations that have been provided. Mixture
practicum this time first of which, flower peacock flower (Caesalpinia
pulcherima Swartz), leucaena (Leucaena glauca Benth), oleander (Nerium
oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis V), Ashoka (Ixora grandiflora Z),
and sunflower (Helianthus annus ). The lab aims to recognize assortment of
flower arrangement unlimited compound (Inflorescentia racemosa, botryoides, or
centripeta), limited (Inflorescentia cymosa, or centrifuga), and the
composition of compound interest iflorescentia mixta (mixed). Practicum
implemented on 30 March 2017 at the Laboratory of Biology Education Study
Program Faculty of Teaching and Education University of Syiah Kuala.
Keywords: compound interest, compound interest arrangement, inflorescentia mixta.
Keywords: compound interest, compound interest arrangement, inflorescentia mixta.
Pendahuluan
Bunga
adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daunan) yang bentuk, warna, dan
susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuh, sehingga pada bunga ini dapat
berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan ala-alat
perkembangbiakan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu
biasanya batangnya lalu terhehnti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar
bunga, sedang daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk
dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi
bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa yang akhirnya
akan menghasilkan calon individu baru tadi. Berkumpul membentuk suatu rangkaian
dengan susunan yang beraneka ragam disebut dengan bunga majemuk (Tjitrosoepomo,
2007, pp. 123-126)
Struktur
bunga secara umum terdiri dari tangkai bunga, dasar bunga, perhiasan bunga dan
organ reproduktif. Tangkai bunga (pedicellus)
merupakan bagian bunga yang memiliki sifat batang yang jelas, umumnya berwarna
hijau. Dasar bunga (receptakulum)
merupakan ujung tangkai bunga yanng melebar. Perhiasan bunga merupakan
modifikasi dari daun, yang terdiri dari kelopak (calyx) dan mahkota (corolla).
Sedangkan organ reproduktif terdiri dari
organ reproduktif jantan yang disebut
benang sari (stamen) dan organ
reproduktif betina yang disebut putik (pistillum)
(Rosanti, 2013, pp. 78-79)
Berdasarkan
pertumbuhan pucuknya, dikenal adanya pertumbuhan monopodial dan simpodial. Kedua macam pertumbuhan itu
juga tecermin dalam pertumbuhan bunga. Bunga
majemuk tidak terbatas (indeterminate), pertumbuhan monopodial. Pucuk ibu tangkai bunga tumbuh
terus, dan bunga-bunga mekar dari bawah ke atas. Bunga majemuk terbatas (determinate): pertumbuhan simpodial. Bunga yang paling ujung mekar
dahulu dan layu, kemudian di bawahnya, lewat samping, muncul tangkai bunga yang
lebih muda dan mekar. Demikian seterusnya. Pada bunga majemuk terbatas, apabila
mekarnya bunga yang paling ujung (terminal) diikuti dengan mekarnya
bunga-bunga lain dari bawah ke atas, disebut akropetal. Apabila mekarnya
bunga-bunga lain itu dari atas ke bawah, disebut basipetal; dan apabila
mekarnya dari tengah-tengah ibu tangkai daun, disebut divergen. Bunga
majemuk tak terbatas tidak memiliki bunga terminal yang sejati. Ujung ibu
tangkai bunga biasanya berupa pucuk yang mengerdil (rudimenter).
Kedudukan bunga terminal, dengan demikian, diisi oleh bunga subterminal atau
bunga di bawah pucuk. (Eka, dkk, 2016, pp. 2-4)
Bunga
matahari merupakan tanaman yang masuk ke dalam suku compositae (asteraceae),
sebuah suku yang mempunyai jenis sangat banyak
Tanaman ini pernah berhasil digunakan dalam proses fitoremediasi badan
air yang tercemar radionuklida akibat kecelakaan Chernobyl (Tjahaja, dkk, 2007,
p. 3)
Bunga Majemuk Berbatas (infloscentia
cymosa ) adalah bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya
selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang
terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan cabang-cabang
tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya.
Pada bunga majemuk berbatas bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di
sumbu pokok atau ibu tangfkainya, jadi tengah ke pinggir ( jika dilihat dari
atas), oleh sebab itu dinamakan : inflorecentia centrifuga. Bunga
Majemuk Tak Berbatas (inflorescentia racemosa) adalah bunga
majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat
bercabang lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin
muda semakin dekat ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini
mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung
suatu bunga, tampaknya seakan-akan bunga majemuk ini tak berbatas, lagi pula
jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir
mekarnya ialah bunga yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari
pinggir menuju ke pusat itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian ini
danamakan: inflorecentia centripetala. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia
racemosa). (Widowati, dkk, 2014, p. 5)
Metode/Cara
Kerja
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada
tanggal 16 Maret 2017 di Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.
Prosedur
Praktikum ini dilakukan dengan
metode pengamatan langsung terhadap preparat yang telah disediakan yaitu bunga
kembang merak, lamtoro, oleander, jarong, asoka, dan bunga matahari. Diamati
bagian-bagian dari bunga yaitu tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun
tangkai, tangkai bunga dan susunan bunga majemuknya.
Tekhnik Analisis
Data
Data diperoleh melalui metode
observasi yaitu pengamatan langsung tanpa menggunakan mikroskop. Diamati satu
peratu dari preparat yang di sediakan yaitu bunga kembang merak, jarong,
oleander, lamtoro, asoka, dan bunga matahari serta memperhatikan bagian-bagian
dari bunga dan susunan bunga majemuknya.
Hasil
Dan Pembahasan
Bunga
adalah modifikasi dari batang dan daun. Berdasarkan organnya bunga dapat juga
dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
Dikatakan bunga sempurna karena bunga
tersebut memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak. Sedangkan bunga
tidak sempurna yaitu tidak memiliki salah satu dari syarat bunga sempurna
tersebut. Berdasarkan tata letaknya bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu
bunga majemuk dan bunga tunggal. Bunga majemuk yaitu bunga yang setiap tangkai
bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga tunggal yaitu setiap
tangkai hanya terdapt satu bunga.
Berdasarkan
susunannya bunga majemuk terbagi menjadi 3, yaitu bunga majemuk terbatas, bunga
majemuk tak terbatas dan bunga majemuk campuran. Bunga majemuk terbatas adalah
bunga yang ujung ibu tagkainya tertutup oleh bunga, dikatakan bunga majemuk
tidak terbatas apabila ibu tangkai bunga terus tumbuh dan ibu tangkainya juga
tidak ditutupi oleh bunga. Sedangkan bunga majemuk campuran jika memiliki
keduanya yaitu terbatas dan tidak terbatas. Bagian-bagian bunga majemuk yaitu
terdiri dari tangkai karangan bunga atau ibu tangkai bunga (pedunculus) yaitu cabang kelanjutan
batang menuju bunga atau perpanjangan batang menuju bunga. Daun pelindung (bractea communis) yaitu daun yang berada
di bawah kelopak bunga. Daun tangkai (prophylla)
yaitu daun yang terletak pada tangkai menuju bunga. Ruas (rakhila) perpanjangan dari
ibu tangkai. Bunga majemuk juga memiliki beberapa susunan bunga diantaranya
disebut tandan (racemus/botrys),
payung (Umbella), anak payung
menggarpu (dichasiu), bulir (spica), bongko (capitulum), cawan (anthodium/corymbus),
dll. Setelah mengamati preparat yang telah disediakan yaitu bunga kembang merak
(caesalpinia pulcherima), lamtoro (leucaena glauca), oleander (nerium oleander), jarong (starchytarpeta jamaicencis), asoka (ixora grandiflora), dan bunga matahari (heliantus annus) didapatkan hasil bahwa
semua bunga termasuk ke dalam bunga majemuk .
Setelah
melakukan pengamatan, diketahui bahwa bunga kembang merak (caesalpinia pulcherima) tergolong ke dalam familia caesalpiniaceae,
termasuk bunga majemuk tak berbatas karena ibu tangkai bunga terus tumbuh dan
ujung tangkainya tidak ditutupi oleh bunga, bunga merak juga memiliki tangkai
karangan bunga, ibu tangkai, tangkai bunga, tidak memiliki daun pelindung dan
daun tangkai, dan susunan bunganya yaitu tandan (racemus). Lamtoro (Leucaina glauca) tergolong ke dalam
familia fabaceae adalah bunga majemuk tak terbatas karena ujung tangkai tidak
di tutupi oleh bunga dan masih dapat terus memanjang, lamtoro memiliki tangkai
karangan bunnga , daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga, terkecuali daun
pelindung, dan susunan bunganya yaitu berbentuk bongkol (Capitulum). Oleander (Nerium
oleander) famillinya apocinaceae, termasuk ke dalam bunga majemuk berbatas
karena bunganya terletak di ujung ibu tangkai dan tangkainya tidak dapat terus
tumbuh lagi, oleander terdiri dari tangkai karangan bunga, ibu tangkai, tangkai
bunga, tetapi tidak memiliki daun pelindug dan daun tangkai, susunan bunganya
yaitu berbentuk anak payung menggarpu (Dichasium).
Jarong (Starchytarpeta jamaicenci)
termasuk ke dalam famillia verbenaceae merupakan bunga majemuk tak berbatas,
karena bunga tumbuh di batang dan tangkainya masijh dapat tumbuh. Jarong hanya
memiliki daun tangkai dan ibu tangkai, tidak memiliki tangkai karangan bunga,
daun pelindung dan tangkai bunga, susunan bunganya berbentuk bulir (Spica). Contoh dari bunga majemuk
campuran yaitu terbatas dan tak berbatas adalah bunga asoka (Ixora grandiflora) tergolong ke dalam
familia rubiaceae, dikatakan berbatas karena cabang bunganya menggarpu dan
dikatakan tidak berbatas karena karangannya bercabang-cabang. Bagian-bagian
dari bunga asoka yaitu terdiri dari tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu
tangkai dan tangkai bunga. Bunga asoka memiliki susunan berbentuk payung (Umbella). Bunga matahari (Heliantus annus) tergolong ke dalam
familia asteraceae dan termasuk ke dalam bunga majemuk tak berbatas. Bunga
matahari tidak memiliki tangkai karangan bunga, tapi memiliki tangkai bunga,
ibu tangkai, daun pelindung dan daun tangkai. Bunga matahari memiliki susunan
berbentuk cawan (Anthodium).
Simpulan
dan saran
Simpulan
Tumbuhan
memiliki organ utama dan organ tambahan. Organ utama yaitu akar, batang, dan
daun. Sedangkan organ tambahan yaitu bunga, buah dan biji. Bunga merupakan
organ reproduksi pada tumbuhan dan reproduksi pada tumbuhan terjadi dengan dua
cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Bunga adalah modifikasi dari batang
dan daun. Jenis bunga dibagi menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
Bunga sempurna yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga misalnya mahkota
bunga, kelopak, putik dan benang sari. Sedangkan bunga tidak sempurna tidak
memiliki salah satu dari bagian bunga sempurna. Bunga majemuk yaitu bunga yang
setiap tangkai bunga terdapat dua atau lebih helain bunga sedangkan bunga
tunggal yaitu setiap tangkai hanya terdapt satu bunga. Bunga majemuk
digolongkan menjadi tiga golongan yaitu bunga majeuk terbatas, bunga majemuk
tidak terbatas, dan bunga majemuk campuran. Ciri-ciri bunga majemuk diantaranya
yaitu dalam satu ibu tangkai bunga terdapat beberapa bunga, setiap mahkota
bunga terdapat daun pelindung mahkota.
Dari
praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena glauca), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan bunga
matahari (Helianthus annus) termasuk
bunga majemuk tak terbatas, sedangkan bunga oleander (Nerium oleander) termasuk bunga majemuk terbatas dan bunga asoka (Ixora grandiflora) adalah bunga majemuk
campuran.
Saran
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan diharapkan agar semua anggota kelompok mencari
bahan-bahan yang telah ditentukan sebelum praktikum dimulai. Dan melihat
kelengkapan bahan-bahan yang telah di bawa sesuai dengan judul praktikum hari
dilakukan praktikum tersebut.
Daftar
pustaka
Eka, dkk, 2016. The Effectiveness Test for Extract Wuluh
Starfruite Leaf (Averrhoa bilimbi L.) as
Diabetes Mellitus Treatment. Jurnal Majority
Volume. 5,Nomor. 2, pp. 2-4
Rosanti dewi (2013). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga
Tjitrosoepomo gembong (2007). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah
Mada Universitas Press
Tjahaja Poppy Intan, dkk (2007).
Penyerapan 134CS Dari Tanah Oleh Tanaman Bunga Matahari (Helianthus
Anuus, Less). Jurnal Majority
Volume. 5, Nomor. 2, P. 3
Widowati imas,
2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Nerium oliander) Terhadap
Bakteri Pembusuk Ikan Segar (Pseudoonas Aeruginosa). Universitas Negeri
Yogyakarta: PELITA Volume IX, Nomor 1, p. 5